Platform Android memang layak digadang-gadang bakal menorehkan prestasi di kancah persaingan platform aplikasi mobile. Sebab, jika dibandingkan dengan pesaingnya, sistem operasi besutan Google ini memiliki lebih banyak aplikasi pendukung yang gratis.
Menurut riset yang dikeluarkan oleh lembaga penelitian aplikasi mobile Disitmo, sebanyak 57% aplikasi yang berjalan di Android gratisan alias bisa diunduh dan digunakan secara cuma-cuma.
Jumlah ini jauh mengungguli aplikasi gratis dari para pesaingnya. Platform terdekat yang mengekor Android adalah Palm dengan 32%. Sementara Apple dan BlackBerry menguntit di tempat ketiga dan keempat dengan presentase aplikasi gratis 25 dan 24%.
Adapun tempat terbuncit dari riset ini diisi oleh Windows Mobile dengan 22% di posisi kelima dan Nokia dengan platform Ovi-nya sebagai juru kunci dengan 15%. Artinya sebanyak 85% aplikasi yang beredar di platform Nokia adalah berbayar.
Sementara untuk kategori ‘aplikasi termahal’, BlackBerry didapuk Disitmo untuk menyabet gelar tersebut. Aplikasi yang beredar di platform BlackBerry rata-rata dijual seharga US$ 8,26, sedangkan yang termurah diraih oleh Palm dengan harga rata-rata US$2,53.
Dilansir dari TG Daily, BlackBerry dilabeli gelar aplikasi termahal sebab rata-rata aplikasi yang wara-wiri di platform tersebut merupakan aplikasi bisnis yang diperuntukkan untuk pengguna kalangan enterprise.
Sementara Android yang berbasis open source lebih dimanfaatkan para pengembang untuk membuat aplikasi di atasnya sekadar untuk ‘main-main’. Maksudnya tidak semata-semata untuk mengejar keuntungan.
Ket. gambar: statistik riset Disitmo










